REMBUG STUNTING KECAMATAN PEKALONGAN UTARA

Pekalongan, 30 April 2024
Telah berlangsung kegiatan rembug stunting Kecamatan Pekalongan Utara yang dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Perwakilan dari Bappeda, Dinsos P2KB, Lurah se- Kecamatan Pekalongan Utara, Kapolsek Pekalongan Utara, berserta kader posyandu.
Kegiatan tersebut diawali dengan paparan dari Sekretaris Kecamatan Pekalongan Utara, Bapak M. Ainur Rofiq,SE. Msi selaku Ketua TPPS Kecamatan Pekalongan Utara mengenai hasil rembug stunting tingkat kelurahan se-Kecamatan Pekalongan Utara.
Pada kegiatan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Bapak Dr. Slamet Budiyanto, S.K.M. M.Kes, menyampaikan bahwa hasil dari Survey Kesehatan Indonesia (SKI), angka stunting di Kota Pekalongan naik sebesar 5,1%. Kenaikan ini perlu di lakukan pengecekan ulang apakah data itu benar atau ada kesalahan data. Beliau juga menambahkan penangangan stunting harus dilakukan dengan intervensi langsung terhadap sasaran keluarga jangan hanya dengan bersosialisasi karena kurang efektif.
Camat Pekalongan Utara, Bapak Wismo Aditiyo, S. Pt, M.T, juga menambahkan pentingnya sinergi dan kolaborasi semua pihak demi keberhasilan penurunan stunting.
Rembug stunting bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam mengidentifikasi dan menangani faktor-faktor risiko yang menyebabkan stunting, seperti akses terhadap makanan yang bergizi, sanitasi yang buruk, dan praktik pemberian makan yang tidak tepat.
Selain itu, rembug stunting juga merupakan forum bagi para pemangku kepentingan untuk saling berbagi pengalaman dan pembelajaran terkait upaya-upaya yang telah dilakukan dalam mengatasi stunting di berbagai desa. Hal ini memungkinkan adopsi dan adaptasi strategi yang telah terbukti berhasil dalam konteks lokal masing-masing.
Dalam kegiatan itu disepakati sulan program prioritas penanganan penurunan stunting di Kecamatan Pekalongan Utara yaitu:
1. Pendampingan keluarga sasaran resiko stunting
2. Pemanfaatan aplikasi lokal kecamatan prkalongan utara (DIGIZTUNT) serta aplikasi regional/nasional lainnya (catin,bumil,nifas)
3. Penggunaan database keluarga resiko stunting sebagai dasar pengadaan jamban dan ketersediaan air bersih
4. Dukungan anggaran untuk kegiatan posyandu
5. Penggalangan CSR